15 July 2026

Mengetuk Pintu Surga Dalam Ibadah Haji dan Umrah

Keutamaan Ibadah Haji dan Umrah Berdasarkan Al-Quran dan Hadist

Mengetuk Pintu Surga Dalam Ibadah Haji dan Umrah
Kerinduan umat Islam terhadap Baitullah (Ka'bah) adalah magnet spiritual yang tidak pernah padam. Setiap tahun, jutaan orang rela mengorbankan harta, waktu, dan tenaga. Haji adalah rukun Islam kelima yang wajib dilakukan minimal sekali seumur hidup bagi yang mampu (istitha'ah), sedangkan umrah adalah "haji kecil" yang hukumnya sunah muakkad (sebagian ulama menyebut wajib sekali seumur hidup). Di balik setiap langkah perjalanan menuju Baitullah di dalam thawaf, sa’i, hingga wukuf, terdapat keutamaan besar yang dijanjikan Allah SWT dan Rasul-Nya. Berikut beberapa keutamaan haji dan umrah yang perlu diketahui: 1. Balasan Haji Mabrur adalah Surga Haji mabrur adalah haji yang dilaksanakan mengikuti tuntunan syariat, serta membawa perubahan perilaku menjadi lebih baik setelah pulang dari Tanah Suci. Keutamaan ini menunjukkan betapa mulianya ibadah haji di sisi Allah SWT. Surga menjadi hadiah tertinggi bagi mereka yang mampu menjaga kemurnian niat dan kesungguhan ibadah selama berhaji. Rasulullah SAW bersabda: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ ‏"‏ الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ ‏"‏‏.‏ “bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Umrah adalah kafarat bagi dosa-dosa yang dilakukan antara umrah dan umrah sebelumnya. Dan pahala haji yang mabrur (yang diterima oleh Allah) tidak ada balasannya kecuali surga.".” (HR. Bukhari 1773) 2. Menghapus Dosa Masa Lalu . Orang yang berhaji dengan ikhlas tanpa mengucapkan kata-kata kotor (rafats) dan tidak berbuat maksiat (fusuq) akan pulang dalam keadaan suci, layaknya bayi yang baru lahir. Hadis Riwayat Bukhari: "Siapa yang berhaji karena Allah lalu dia tidak berbuat rafats (berkata kotor/bersetubuh) dan tidak berbuat fusuq (kemaksiatan), maka dia kembali dalam keadaan seperti hari ibunya melahirkannya. حَدَّثَنَا آدَمُ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، حَدَّثَنَا سَيَّارٌ أَبُو الْحَكَمِ، قَالَ سَمِعْتُ أَبَا حَازِمٍ، قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ ﷺ يَقُولُ ‏"‏ مَنْ حَجَّ لِلَّهِ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ ‏"‏‏.‏ Dari Abu Hurairah: Nabi (s.a.w) bersabda, "Siapa yang berhaji untuk Allah dan tidak berhubungan seksual dengan istrinya, dan tidak berbuat jahat atau berdosa, maka ia akan kembali (setelah Haji) seperti hari ia dilahirkan kembali." (HR. Bukhari no. 1521) 3. Termasuk Amalan Paling Utama dalam Islam Ketika Rasulullah SAW ditanya tentang amalan apa yang paling utama, beliau menempatkan haji mabrur di posisi tiga besar setelah iman dan jihad. Hadis Riwayat Bukhari: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ سُئِلَ أَىُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ فَقَالَ ‏"‏ إِيمَانٌ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ‏"‏‏.‏ قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ ‏"‏ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ‏"‏‏.‏ قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ ‏"‏ حَجٌّ مَبْرُورٌ ‏"‏‏.‏ "Nabi SAW ditanya, 'Amalan apa yang paling utama?' Beliau menjawab, 'Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.' Ditanya lagi, 'Kemudian apa?' Beliau menjawab, 'Jihad di jalan Allah.' Ditanya lagi, 'Kemudian apa?' Beliau menjawab, 'Haji yang mabrur.'" (HR. Bukhari no. 26) Karena itu, ibadah haji dan umrah bukan hanya tentang perjalanan fisik menuju Baitullah, tetapi juga perjalanan hati untuk menjadi pribadi yang lebih taat, sabar, dan dekat kepada Allah SWT. Tanda haji dan umrah yang mabrur juga terlihat dari akhlak yang semakin baik, ibadah yang semakin istiqamah, serta manfaat yang dirasakan oleh orang-orang di sekitarnya. nantikan keutamaan haji dan umrah sesuai alquran dan hadist, dalam artikel kami di part 2.. اَلْحَمْدُ لِلَّهِ جَزَاكُمُ اللَّهُ خَيْرًا

Ingin konsultasi perjalanan ibadah?

Tim Sapa Baitullah siap membantu memilih paket yang sesuai untuk Anda dan keluarga.

Konsultasi WhatsApp

Artikel Terkait

Bacaan terbaru lainnya

Lihat Semua Artikel